|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
 | |  | |
 | | Biografi Biografi Prof. Yohanes Surya Ph.D Yohanes Surya lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963. Ia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986, mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga tahun 1988 dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat.
 |
|
|
 | | SREC Speech Peletakan Batu Pertama SREC
Hari ini mimpi ini sedikit demi sedikit mulai terealisir. Diatas tanah yang saat ini kita injak bersama ini akan terjadi suatu sejarah yang luar biasa. Mengapa? Ditempat inilah pembelajaran GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan) untuk matematika dan Sains akan terus disempurnakan. |  |  | | Liputan Media Adakah anak Jenius Indonesia?
Apakah anak-anak Indonesia setara kecerdasannya dengan anak-anak bangsa-bangsa maju di dunia? Kalau anda melihat deretan prestasi Prof. Yohanes Surya dan anak-anak asuhannya, jawabannya adalah, tidak.Samasekali tidak. |  |  | | Liputan Media Yohanes Surya: Boosting brilliant minds
A dedicated teacher, a brilliant physicist and a strong believer in Indonesia’s people, Yohanes Surya is convinced that an Indonesian will win a Nobel Prize by 2020. Surya believes that once students begin conducting research under the tutelage of Nobel Prize winners, the quality of their research will soar. |  |  | | ICYS Indonesia Juarai ICYS di Polandia
Di saat berbagai media massa di Indonesia sibuk (meski mulai jenuh dan bosan) melihat manuver para tokoh politik untuk maju dalam pemilihan presiden Juli mendatang, terbetik kabar bahwa anak-anak Indonesia yang berlomba pada ajang International Conference of Young Scientists ke-16, 24-29 April, di Pszczyna, Polandia, untuk pertama kalinya dalam sejarah menyabet jumlah medali emas terbanyak, bahkan total perolehan medalinya. |
 | | Teknologi Masa Depan Asteroid: Bencana atau Tambang Emas?
Pada tanggal 1 Januari 1801, seorang ahli astronomi dari Italia, Giuseppe Piazzi, menemukan sebuah obyek tak dikenal di ruang angkasa. Semula ia mengira obyek itu adalah komet, tetapi setelah orbitnya diteliti lebih lanjut ternyata obyek tersebut justru sangat mirip dengan planet. |  |  | | Ayo Bermimpi Karpet Terbang
Dongeng klasik mengenai Aladin telah mendunia selama berpuluh-puluh tahun. Selain lampu ajaib cerita Aladin juga menampilkan karpet ajaib yang bisa digunakan untuk meluncur di angkasa. |  |  | | Astronomi Mengenal Gerakan Matahari di Langit
Pada waktu-waktu tertentu, Utami sering mendapati saat bangun jam lima pagi dan melihat keluar jendela, keadaan di luar sudah tampak terang. Tetapi di lain waktu, pada jam yang sama ternyata di luar keadaan masih gelap. Wah, mengapa yah? Apakah ada yang salah dengan jam tangan Utami? |
 | | Fisika & Olah Raga Tendangan Pisang dan Bola Rotairo
Mau tahu apa yang dilakukan oleh Kapten tim Inggris David Beckham sebelum bertanding pada pertandingan pertamanya di Piala Eropa 2004? Beckham berlatih tendangan bebas sendirian! Ternyata ia sedang mempersiapkan tendangan pisangnya yang begitu terkenal. |  |  | | Asyiknya Fisika Einstein: Newton forgive me….
Itu kata-kata Einstein saat teori yang dihasilkannya ternyata berhasil menggulingkan teori Isaac Newton, seorang fisikawan legendaris, yang teorinya dipercaya oleh dunia sebelum munculnya teori Einstein yang mengobrak-abrik semuanya. |  |  | | Asyiknya Fisika Industri butuh Fisika lho...
Dalam beberapa minggu terakhir ini penulis sedang menyiapkan materi seminar applikasi MIPA dalam industri. Penulis tidak menyangka, ternyata penerapan MIPA khususnya fisika dalam industri luar biasa banyak, jauh lebih banyak dari apa yang penulis duga sebelumnya. |  |  | | Bercerita tentang Peraih Nobel Subrahmanyan Chandrasekhar
Subrahmanyan Chandrasekhar, peraih nobel Fisika tahun 1983 dilahirkan di Lahore, India pada 19 Oktober 1910. Ayahnya, Chandrasekhara Subrahmanyan Ayyar adalah pegawai di departemen keuangan India. Sementara Ibunya, Sita (neé Balakrishnan) seorang ibu rumah tangga biasa namun berintelektual tinggi (ia mampu menerjemahan karya Henrik Ibsen, “A Doll House” ke bahasa Tamil). |
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
 |
 |
|
 |
 |
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
 | Hari ini | : | 34 |  |  | Kemarin | : | 244 |  |  | Bulan ini | : | 2700 |  |  | Total | : | 112628 |  |
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
|