TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Lampu Neon Menyala Sendiri


Tanya: Begini Pak Yo, saya memiliki pertanyaan seputar fenomena yang ada di dekat rumah saya. Tidak jauh dari tempat saya tinggal berdiri sebuah antena vertikal pemancar radio (broadcast) yang bekerja pada frekuensi 738 KHz. Pada bagian dasar antena itu diletakkan sebuah tabung lampu neon 20 W. Hal aneh terjadi, lampu tabung itu dapat menyala terang tanpa dihubungkan dengan sumber listrik.
Kemudian bagian puncak antena itu, kalau malam hari, kelihatan menyala kebiru-biruan. Padahal jika diperhatikan, tidak ada lampu yang diletakkan di ujung antena.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Terimas kasih atas jawabannya. (Wawan Indarto di Sulsel)

Jawab: Sebelum menjawab pertanyaan mengapa lampu neon bisa menyala sendiri, perlu dijelaskan dulu bagaimana menyalanya sebuah lampu neon. Sebuah lampu neon terdiri dari dua elektroda (logam) yang terletak di ujung-ujung sebuah tabung berisi gas neon, argon, atau krypton. Ketika kedua elektroda diberi tegangan listrik, maka elektron akan keluar dari salah satu elektroda menuju elektroda lain. Dalam perjalanannya, elektron-elektron ini akan menghantam atom-atom gas neon. Gas neon akan tereksitasi (energinya naik) dalam waktu yang singkat untuk kemudian kembali ke keadaan semula. Selama proses kembali ke keadaan semula itu, gas neon akan memancarkan energi berupa gelombang cahaya. Cahaya inilah yang kita lihat sebagai lampu neon.

Pada posisi dan keadaan tertentu gelombang radio dari antena dapat menimbulkan perbedaan tegangan di antara kedua elektroda di kedua ujung tabung lampu neon ini. Itulah sebabnya mengapa lampu neon terlihat menyala. Antena terlihat kebiruan karena kuatnya radiasi gelombang (besarnya energi) yang dipancarkan oleh ujung antena itu.



(Yohanes Surya)