TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Membuat Peta Jaman Dahulu


Tanya: Bapak Yohanes Surya, saya penasaran sekali untuk mengetahui bagaimana orang zaman dulu kala bisa menggambar peta. Padahal zaman dulu kan belum ada pesawat atau helikopter atau peralatan canggih lainnya yang dapat dipakai dalam membantu mereka menentukan model benua dan pulau-pulau di Bumi ini. Lagi pula untuk dapat menggambarnya seseorang harus berada pada ketinggian tertentu, bukankah begitu? Terima kasih atas penjelasannya. (Venny Manorek, di Minahasa)

Jawab: Benar sekali Venny, jadul (zaman dulu) untuk melukis peta suatu daerah biasanya orang harus naik ke puncak gunung atau bukit. Untuk memperoleh peta yang cukup lengkap, peta dari suatu daerah digabungkan dengan peta daerah sekitarnya. Bagaimana cara menggabungkan dua buah peta ini? Dibuatlah garis-garis referensi seperti yang dilakukan oleh Dicaearchus pada tahun 300 SM.

Dicaearchus membuat dua garis referensi. Garis pertama menghubungkan kota Rhodes dan Gibraltar. Sedangkan garis kedua tegak lurus garis ini melewati kota Rhodes. Garis-garis referensi ini sekarang berkembang menjadi garis garis lintang dan garis bujur.

Untuk membuat peta daerah yang lebih luas orang melakukan eksplorasi lebih jauh seperti yang dilakukan oleh Columbus ataupun Magellan.



(Yohanes Surya)