TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Roda Pesawat Kok kecil?


Tanya: Saya merasa heran dengan roda pesawat. Badan pesawat terbang yang begitu besar dan terkesan berat mengapa memiliki roda yang kecil sehingga ada kecenderungan yang tidak seimbang. Saya membandingkannya dengan kendaraan darat yang besarnya badan bisa dikatakan sepadan dengan besarnya roda.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa roda pesawat bentuknya kecil? Sejauh mana kapasitas kekuatan roda pesawat itu dalam menahan beban bodi pesawat sebesar dan seberat itu, terlebih ketika sarat dengan penumpang dan bagasi? Apakah ban pesawat dipompa atau hanya berupa ban mati/massif/padat saja? Mohon penjelasan. Terima kasih. (EA Kosasih, di Bekasi)

Jawab: Ban pesawat terbang dirancang secara khusus untuk mampu menahan beban yang berat, memberikan rasa nyaman pada penumpang, dan bertahan ketika pesawat bergerak di landasan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Sebenarnya, ukuran ban pesawat terbang hampir sama dengan ukuran ban mobil. Memang ukuran ini tampak kecil bila dibandingkan dengan ukuran pesawat. Mengapa dipilih ban kecil, sebab ban dengan ukuran yang terlalu besar menyulitkan ban tersebut menahan torsi berat pesawat.

Ban pesawat bukan ban yang padat. Di dalamnya ada gas/udara dengan tekanan yang cukup besar, sekitar enam kali lebih besar dari tekanan ban mobil penumpang. Tekanan sebesar ini dibutuhkan untuk menahan berat pesawat yang besar. Kelenturan atau deflection (perbedaan tinggi ban sebelum dan sesudah dipasang) ban pesawat sekitar 2 - 3 kali lebih besar dari ban mobil. Kelenturan yang tinggi ini membuat penumpang pesawat lebih nyaman ketika pesawat mendarat. Ban pesawat juga diharapkan mampu bertahan ketika pesawat bergerak dengan kecepatan sekitar 340 km/jam atau sekitar dua kali kecepatan maksimum mobil. Jadi, kecil-kecil cabe rawit lo!



(Yohanes Surya)