TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Hantu "Penampakan" Bisa Direkam?


Tanya: Sesuai dengan nama rubriknya "Fenomena", saya memiliki pertanyaan untuk Bapak seputar fenomena alam gaib. Beberapa waktu lalu saya menonton tayangan sinetron di salah satu TV berjudul Di Sini Ada Setan yang ditayangkan setiap Senin malam. Satu hal yang menarik perhatian saya, roh atau hantu itu tak kasat mata dan hanya dapat terlihat melalui camcorder (handycam).

Dalam kisah-kisah film yang lain pun diceritakan bahwa sesosok arwah bisa terlihat akibat cahaya lampu kilat dari sebuah kamera. Pada awalnya objek yang dipotret "bersih". Namun, ketika dibuat negatifnya dan tertuang dalam bentuk foto dua dimensi baru mulai tampak sosok roh tersebut. Apakah betul camcorder dan kamera dengan cahaya lampu kilatnya dapat menangkap bentuk utuh roh (arwah)?
Begitu pula fenomena tayangan misteri (
Dunia Lain/DL, Percaya Nggak Percaya/PNP, dan Ekspedisi Alam Gaib/EAG) di beberapa stasiun TV ada sesuatu yang menarik kalau diperbandingkan. Pada acara DL dan PNP, bila dikatakan ada "makhluk" di tempat itu, "makhluk"-nya kok tidak pernah kelihatan di layar TV, melainkan hanya diberi tanda panah atau lingkaran saja. Tapi di acara EAG penampakan "makhluk" itu selalu terlihat lebih jelas di layar TV setelah diperbesar.

Nah, benarkah kamera bisa menangkap penampakan "makhluk" tersebut seperti yang digambarkan dalam acara EAG, ataukah itu hanya sekadar ilustrasi saja? Bila benar, mengapa harus selalu diperbesar/diperjelas tampilannya di layar TV, dan apa yang membuat kamera dapat menangkap "penampakan makhluk" itu? Pada acara DL dan PNP kenapa gambaran "makhluk" tidak pernah terlihat di layar TV? (Mario Bernandus Tonapa, di Bali, dan Uni Rabiatul A., di Bandung)

Jawab: Makhluk gaib itu, kalaupun ada, berasal dari dimensi lain. Ingat itu! Dengan begitu, tentu sifat-sifatnya berbeda dengan sifat makhluk yang ada pada dimensi kita. Sangat sulit manusia mengerti makhluk dari dimensi lain. Kesulitan ini sama seperti kesulitan makhluk dua dimensi mengerti makhluk tiga dimensi.
Kita bayangkan suatu dunia dua dimensi. Dalam dunia ini orang tidak tahu tinggi, yang ada hanya bidang datar tempat makhluk-makhluk pipih ini bergerak wara-wiri. Jika ada suatu bola jatuh ke dunia ini, bola akan terlihat seperti sebuah titik yang makin lama makin besar setelah itu hilang. Untuk makhluk dua dimensi, fenomena ini sangat aneh. Mana mungkin suatu benda muncul lalu lenyap tak berbekas. Di sini logika fisika dan matematika kita tidak bisa diterapkan.

Hal yang sama terjadi ketika kita mencoba mengamati makhluk dari dimensi lain. Kita tidak bisa menggunakan logika fisika dan matematika yang ada sekarang, tetapi harus memakai logika dari dimensi lain itu. Maka, mengambil gambar makhluk dimensi lain tentu sangat sulit, harus ada kemauan dan kemampuan dari makhluk tersebut untuk menjelma menjadi makhluk dalam dimensi kita agar logika-logika fisika kita dapat diterapkan (termasuk logika fisika optik untuk pengambilan gambar).



(Yohanes Surya)