TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Tuli di Seulawah, Aceh


Tanya: Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya surat ini. Begini Prof., saya sering melewati daerah Seulawah di Aceh untuk pergi ke Banda Aceh. Selepas melewati areal yang berkelak-kelok naik turun, mengapa saya selalu merasakan seperti tuli dan enggak bisa mendengar apa-apa lagi dengan jelas. Keadaan ini baru normal setelah meninggalkan Seulawah. Hal ini juga dialami oleh teman-teman saya. Kira-kira apa penyebabnya? Terima kasih dan sukses selalu. (Zainah Rahmiati, di Banda Aceh)

Jawab: Di dalam telinga kita terdapat selaput yang disebut gendang telinga. Ketika mengenai telinga kita, gelombang bunyi akan menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan ke otak sehingga kita dapat mendengar bunyi itu. Di sebelah dalam gendang telinga terdapat suatu ruangan berisi udara.

Pada keadaan normal tekanan udara di bagian luar gendang telinga sama dengan tekanan udara yang di dalam. Ketika kita naik gunung, tekanan udara luar menurun. Akibatnya, gendang telinga akan terdorong atau melengkung keluar. Jika kita istirahat sejenak sambil membuka mulut atau mengunyah sesuatu, tekanan di kedua bagian gendang telinga menjadi sama lagi dan gendang telinga akan berada pada posisi normal kembali.

Kemudian jika kita turun ke tempat yang lebih rendah, tekanan udara luar bertambah. Akibatnya, gendang telinga akan melengkung ke dalam (tersedot ke dalam). Jika kita naik-turun terus-menerus, gendang telinga melengkung ke dalam dan keluar secara tidak beraturan. Akibatnya, sukar bagi gendang telinga untuk bergetar secara normal, sehingga kita akan merasa seperti tuli (tidak dapat mendengar dengan jelas).



(Yohanes Surya)