TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Fatamorgana dalam Sulap


Tanya: Yth. Prof. Yohanes, Ada beberapa hal yang dari dahulu sudah menjadi pertanyaan saya. Kebetulan ada rubrik "Fenomena" ini, sehingga saya bisa menumpahkan pertanyaan tersebut.
Pertama, seperti di komik atau film-film, mengapa orang yang kelelahan berjalan di padang gurun seolah melihat fatamorgana? Sebenarnya, apa itu fatamorgana dan apa hubungan orang yang kelelahan dengan fatamorgana?

Kedua, apakah ilusi itu semacam sulap? Mengapa penglihatan kita dapat tertipu oleh gerakan ilusi yang dilakukan ahlinya? Lalu seperti yang kadang disiarkan di TV, dalam acara ilusi, mengapa ada orang yang seolah badannya terpotong? Bagaimana sebenarnya keadaan atau perasaan orang tersebut?

Terima kasih atas penjelasan Prof. Yohanes. Saya berharap rubrik "Fenomena" terus berjaya di bawah asuhan Anda!(Edwina A.D, di Salatiga)

Jawab: Pada siang hari, sinar Matahari sangat terik sehingga membuat jalan beraspal yang hitam menjadi sangat panas. Aspal yang panas itu akan meradiasikan panas sehingga udara di sekitar jalan menjadi sangat panas. Udara panas tersebut akan memantulkan bayangan langit biru dan awan-awan seperti halnya kolam berisi air. Inilah fatamorgana. Hal yang sama juga terjadi di gurun pasir.
Sekarang pertanyaannya, kenapa udara panas dapat membentuk bayangan langit? Jawabannya, karena ada proses pembiasan (pembelokan cahaya). Akibat panas aspal atau gurun pasir, udara di atasnya berlapis-lapis. Tiap lapisan suhunya berbeda, makin dekat dengan aspal atau gurun pasir makin panas. Sinar yang berasal dari langit atau awan akan mengalami pembiasan berantai (sinarnya dibelokkan) oleh lapisan-lapisan itu, sampai akhirnya sinar ini berbalik ke atas (orang sering menyebutnya sebagai pemantulan total).
Ketika sinar itu mengenai mata orang, maka orang akan melihatnya sebagai sesuatu yang kebiruan muncul dari aspal atau gurun pasir (seperti kolam air). Agar lebih jelas, lihat ilustrasi. Jadi, fatamorgana bukan karena mata kelelahan. Fenomena ini nyata dan dapat difoto. Yang jadi masalah adalah kesalahan interpretasi di otak kita.

Kesalahan interpretasi di otak kita itu sering dimanfaatkan oleh para pesulap untuk mengelabui kita. Orang yang kelihatan dipotong sebenarnya tidak dipotong, tetapi ia menyembunyikan bagian tubuhnya di suatu tempat yang tersembunyi (kalau itu berupa peti, biasanya tubuh ditekuk agak ke bawah sehingga tubuhnya selamat ketika alat pemotong mencoba memotongnya).



(Yohanes Surya)