TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Setrika Menghaluskan Pakaian


Tanya: Prof. Yohanes Yth., salah satu tugas saya bertahun-tahun di rumah adalah menyeterika pakaian. Dalam melakukan tugas itu, selalu saja muncul pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Karena itu, mohon Prof. Yo bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya itu yang saya sampaikan di bawah ini:

a.     Bagaimana proses panas seterika dapat meratakan/melicinkan permukaan kain atau pakaian yang kusut.

b.     Mengapa bahan dari katun lebih sulit diratakan permukaannya dibandingkan dengan bahan lain, seperti sutera, nilon, dsb.?

Terima kasih atas kesediaan Prof. Yo menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. (H. Soewandi, Jakarta)

Jawab: Pakaian terbuat dari benang-benang fiber. Benang-benang ini tersusun dari molekul-molekul yang berikatan satu sama lain membentuk suatu rantai molekul panjang yang kita sebut polimer. Ketika pakaian dipanaskan, molekul-molekul akan menyerap energi panas. Dengan tambahan energi panas ini molekul akan bergetar atau bergerak lebih cepat akibatnya ikatan antarmolekul menjadi lebih lemah (sama seperti ketika kita bergandengan tangan, gandengan akan lebih lemah jika kita terus- menerus bergerak).

Ketika ikatan molekul ini melemah, berat setrika akan meluruskan benang-benang fiber pakaian ini. Ketika pakaian dingin, polimer akan mempertahankan posisi rantai yang lurus ini. Beberapa bahan seperti katun membutuhkan tambahan air untuk memperlemah ikatan antar molekul-molekulnya. Saat ini ada bahan-bahan tertentu yang tidak memerlukan setrika untuk menghaluskannya, cukup diluruskan oleh tangan atau dikibaskan saja.



(Yohanes Surya)