TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPho
Rektor UMN
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center
Ekonofisika
Fisika Gasing
Game Learning
Matematika GASING - GIPIKA
Mestakung
Asyiknya FisikaAyo BermimpiBercerita tentang Peraih NobelCerita Seputar LombaOlahraga dengan FisikaTeknologi & Masa Mendatang
EntrepreneurASC 2008ICYSASEC 2008
Misteri Sumur


Tanya: Pak Prof, di Dumai ada klenteng yang memiliki sumur di mana air sumurnya selalu meluap. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan pada diri saya. Mungkinkah ketinggian permukaan airnya lebih tinggi dari permukaan air lainnya seperti laut, parit, sungai, dan lainnya? Bukankah seharusnya ketinggian permukaan air selalu sama? Seandainya ada orang yang mati tenggelam di sumur, mayatnya akan terapung atau tenggelam ke dasar? Terima kasih atas jawaban Prof. Yo. (Gimanz, di Dumai)

Jawab: Beberapa puluh meter di bawah permukaan tanah yang kita injak terdapat kumpulan air yang sangat luas yang kita sebut dengan meja air. Saat menggali sumur, air akan keluar ketika galian kita sudah mengenai permukaan meja air. Ketika kita hendak mencapai dasar sumur, sama saja dengan kita hendak mencapai dasar meja air ini. Ini sangat sulit dilakukan karena kedalaman meja air ada yang mencapai beberapa kilometer.

Tekanan pada permukaan meja air tidak sama, tergantung pada letak permukaan itu. Semakin rendah permukaan meja air semakin besar tekanannya. Itu sebabnya di suatu tempat tekanannya sangat tinggi, di tempat lain tidak terlalu tinggi. Di tempat yang tinggi ini ketika digali, air akan memancar deras (meluap) dari lubang atau sumur tersebut.

Sedangkan orang yang mati di dasar sumur dapat terapung dapat tenggelam, tergantung beberapa faktor. Ketika ia mati pada posisi tengkurap, kemungkinan ia akan terapung. Tapi ketika ia mati pada posisi terlentang air akan mengisi paru-parunya, ia akan tenggelam. Namun setelah beberapa waktu bakteri yang membusukkan tubuh orang ini akan menghasilkan gas. Gas ini akan mengisi ruang kosong dalam tubuh orang tersebut, sehingga ia akan terapung lagi. Jika orang itu mengenakan pakaian yang menyerap air (wol, katun), kemungkinan ia akan tenggelam karena kain ini akan menyerap air. Tetapi kalau ia mengenakan kain nilon (tidak menyerap air), ia kemungkinan akan terapung.



(Yohanes Surya)