Matematika
Gerakan Ibu-ibu Pandai Matematika

Prof. Yohanes Surya telah menemukan suatu cara pembelajaran matematika yang gampang, asyik dan menyenangkan. Metode ini telah dan sedang diterapkan untuk anak-anak Papua. Hasilnya sangat baik.

 Artikel
Matematika untuk daerah tertinggal

Artikel matematika untuk Daerah Tertinggal dapat di download dari link berikut ini.

 SREC
Peletakan Batu Pertama Ged. Surya Research & Education Center,sebuah harapan bagi daerah tertinggal

Pada tanggal 22-02-2010 jam 10 pagi Prof. Yohanes Surya, Ph.D telah diadakan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Surya Research and Education Center (disingkat SREC).

 Liputan
Anak-Anak Papua yang Digembleng Matematika dan IPA di Surya Institute (NEW!!)

Tak ada anak Indonesia yang bodoh. Itulah yang diyakini pendiri Surya Institute Prof Yohanes Surya PhD. Berbekal keyakinan tersebut, dia merekrut 27 anak Papua secara acak untuk digembleng di lembaga yang dipimpinnya. Kini, setelah sepuluh bulan, sebagian di antara mereka siap diterjunkan dalam ajang olimpiade.

TOFI-ICYS
Tim Indonesia kembali mempersembahkan Emas di APhO X dan ICYS ke-16
2009-06-16 08:52:17



2 Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu dari APhO X, Thailand

Sesuai dengan prediksi awal sebelum keberangkatan tim, Hendra Kwee, Ph.D. menargetkan perolehan medali minimal 2 medali emas. Ternyata target tersebut terpenuhi dengan merebut 2 Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu, bahkan tanpa diduga sebelumnya salah satu anggota tim juga merebut predikat "The best experiment". Dengan demikian seluruh anggota tim APhO X Bangkok, 24 April - 2 Mei 2009 berhasil membawa pulang medali. Terlihat dalam foto dari kiri : Fernaldo Richtia Winnerdy SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Banten (Perak); Paul Zakharia Fajar Hanakata SMAN 1 Denpasar, Bali (Perak); Muhammad Sohibul Maromi SMAN 1 Pamekasan, Jawa Timur (Perunggu): Hendra Kwee, Ph.D (Leader); Winson Tanputraman SMAK 1 BPK Penabur, DKI Jakarta (Emas dan "The best experiment"); Kamsul Abraha, Ph.D (Leader); Brigitta Septriani SMA Santu Petrus Pontianak, Kalimantan Barat (Perunggu); Sandoko Kosen SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara (Perak); Dzuhri Radityo Utomo SMAN 1 Yogyakarta, DIY (Emas) dan Andri Pradana SMAK 1 BPK Penabur, DKI Jakarta (perak).

 

Siswa-siswi yang mewakili Indonesia di olimpiade ini dipilih melalui seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Seleksi dilakukan secara berlapis mulai dari level seleksi kabupaten/kota, provinsi, Olimpiade Sains Nasional, dan seleksi 30 besar yang merupakan seleksi tahap akhir. Siswa siswi yang lolos dari proses ini yang memperoleh hak untuk mewakili Indonesia di ajang APhO. Dari hasil APhO ini akan dipilih 5 siswa terbaik untuk mewakili Indonesia di ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke-40 yang akan diselenggarakan di Merida, Yucatan, Mexico pada 11 - 19 Juli 2009. Dengan demikian 2 peraih emas sudah merebut kursi, sedangkan 3 kursi sisanya masih diperebutkan oleh 4 siswa peraih medali perak. Direncanakan proses seleksi dilakukan setelah mereka (5 siswa) mengikuti ujian UN susulan. Kelima siswa yang mengikuti ujian susulan UN tanggal 11 Mei - 15 Mei 2009 adalah : Paul, Brigitta, Sandoko, Dzuhri dan Andri. Semua kegiatan Tim Olimpiade Fisika Indonesia mulai dari proses seleksi, pembinaan hingga keberangkatan didanai oleh Departemen Pendidikan Nasional.


APhO tahun ini diselenggarakan dari tanggal 24 April 2009 - 2 Mei 2009. Olimpiade yang sempat dikhawatirkan terganggu oleh hangatnya suhu politik di Thailand terselenggara dengan tanpa gangguan sama sekali. Hampir semua negara yang menyatakan mau ikut di olimpiade akhirnya tetap mengirim tim untuk berkompetisi di APhO ini. Lima belas negara berkompetisi, antara lain: Brunei Darussalam, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Turkmenistan dan Vietnam.

Mohon doa restu seluruh masyarakat Indonesia, agar tim dapat meraih sukses di IPhO ke-40 di Mexico, walaupun saat ini sedang dilanda flu babi. (www.tofi.or.id)

 


--------------------------------------------------------------------------------------


Perolehan Tertinggi di ICYS ke-16 diraih oleh Tim Indonesia

Untuk pertamakalinya dalam sejarah Indonesia mengikuti International Conference of Young Scientists (ICYS) sejak 2005, perolehan tertinggi diraih oleh Tim Indonesia, dengan tidak hanya merebut jumlah medali emas terbanyak, bahkan juga jumlah seluruh medali yang terbanyak. 

 

Pada kesempatan ini, putera-puteri Indonesia mempersembahkan bagi tanah air: 6 medali emas (2 di bidang Fisika, 1 di bidang Computer Sciences dan 3 di bidang Ekologi), 1 medali perak (di bidang Ekologi), 3 medali perunggu (2 di bidang Ekologi dan 1 di bidang Matematika).  Ke 10 (sepuluh) karya penelitian yang dibawakan oleh Tim ICYS Indonesia, semuanya memperoleh medali penghargaan, suatu prestasi yang sangat membanggakan, dan baru pertamakali terjadi dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam ICYS.

 

Prestasi ini diikuti oleh Tim Jerman dengan perolehan 3 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu, lalu Tim Belanda dengan 3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu, dan kemudian Tim Amerika Serikat dengan 3 medali emas, disusul Tim Rusia dan Tim Polandia yang masing2 meraih 2 medali emas dan beberapa perak dan perunggu.

Tahun ini adalah kelima kalinya tim Indonesia turut berpartisipasi dalam ICYS, lomba mempresentasikan hasil penelitian siswa sekolah menengah tingkat internasional yang bergengsi, yang mana tahun ini ICYS ke-16 dilaksanakan di Pszczyna, Polandia, 24-29 April 2009.  Tahun ini juga adalah pertama kalinya Tim Indonesia meraih medali emas, dan tidak hanya satu, bahkan enam medali emas.

 

Berikut adalah nama-nama siswa/i tim ICYS Indonesia beserta judul karya penelitiannya masing2, serta mitra penelitian mereka yang tidak turut berangkat ke Pszczyna:



 No.  Nama  Bidang  Penghargaan  Judul Sekolah
 1.  Guinandra Lutfan Jatikusumo
 Physics  Medali Emas
Electrostatic Precipitator as The Solution of Military Tank's Smoke Negative Effects SMA Taruna Nusantara, Magelang
 2. -Idelia Chandra
-Christopher Alexander Sanjaya (Tidak ikut ke Pszczyna)
 Physics  Medali Emas
Balinese Gamelan: A Brainwave Synchronizer? SMA St. Laurensia, Tangerang
 3.  Nugra Akbari
 Computer Science
 Medali Emas
M-Batik: The Computation of Indonesia's Dying Tradisional Batik Design SMA Global Mandiri, Jakarta
 4. -Vincentius Gunawan
-Fernanda Novelia
 Ecology  Medali Emas
Biological Control Using Trichogramma Japonicum as Egg Parasite  SMP Petra 3, Surabaya
 5. -Gabriella Alicia Kosasih
-Teresa Maria Karina
(Tidak ikut ke Pszczyna)
 Ecology  Medali Emas
Saccharomyces Sp.: An Agent for Remedy of Oil Pollution  SMA St. Laurensia, Tangerang
 6. -Jessica Karli
-Yosephine Livia
(Tidak ikut ke Pszczyna)
 Ecology  Medali Emas
 Durian to Fight Mosquito
 SMA Cita Hati, Surabaya
 7.  Dwiky Rendra Graha Subekti
 Ecology  Medali Perak
Durian Seeds as Raw Material for Ketchup Sauce and Crisp  SMA St. Theresiana 1, Semarang
 8.  -I Made Rayo Putra Indrawan
-Andika Setia Budi
(Tidak ikut ke Pszczyna)
-Steven Marcellino (Tidak ikut ke Pszczyna)
 Mathematics  Medali Perunggu
 Fun with Mathematics Using Hamming Code on Birthdate Guesser  SMA Petra 2, Surabaya
 9. -Lydia Felita Limbri
-Allen Michelle Wihono
 Ecology  Medali Perunggu
 The Effect of Myrmelleon SP on Blood GlucoseLevel of Rats  SMA St. Laurensia, Tangerang
 10. -Melissa Nadia Natasha
-Terrenz Kelly Tjong
(Tidak ikut ke Pszczyna)
 Ecology  Medali Perunggu
 The Effects of Mongostin on The Spermatogenesis of Male White Mice  SMA St. Laurensia, Tangerang


Peserta termuda adalah pasangan Vincentius Gunawan dan Fernanda Novelia yang masing2 belum berusia 15 tahun dan masih bersekolah di kelas VIII (2 SMP), peraih medali emas di bidang Ekologi.

Seluruh aktifitas persiapan ICYS dilakukan dibawah naungan Surya Institute—yang diketuai oleh Prof Yohanes Surya, PhD, yang juga adalah representatif ICYS di Indonesia—dimana penanggung jawab harian untuk persiapan pelaksanaan, bimbingan dan pemberangkatan Tim Indonesia adalah Monika Raharti MSi, yang saat ini menjabat dosen di Jurusan Fisika, Universitas Katolik Parahyangan.  Monika Raharti MSi juga sekaligus menjabat Team Leader memimpin Tim Indonesia ke ICYS di Pszczyna, didampingi oleh Janto Sulungbudi SSi.  Penelitian siswa/i dalam bidang Fisika dan Matematika dilakukan dibawah bimbingan Jurusan Fisika Unika Parahyangan Bandung, bidang Computer Sciences dibawah bimbingan Bandung Fe Institute di Bandung, sedangkan bidang Ekologi dibawah bimbingan DR. Ir. Moh. Hasroel Thayib, APU.

 

ICYS adalah ajang yang memperlombakan presentasi hasil penelitian di bidang ilmu Fisika, Matematika, Ilmu Komputer dan Ekologi, dalam bahasa Inggris, dari dan oleh anak-anak muda berusia 14-18 tahun, dan bertaraf internasional.  Lomba ini diadakan dengan tujuan membawa misi mendekatkan sains pada generasi muda serta menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan sains, demi kemajuan teknologi dan pembangunan bangsa di kemudian hari.  Lomba ini diadakan setiap tahun di salahsatu negara di Eropa dengan negara peserta dari Eropa, Amerika dan Asia (Indonesia, India, Jepang).

Untuk pertamakalinya dalam sejarah ICYS, pada tahun 2010, sebuah negara Asia akan menjadi tempat diadakannya ICYS: INDONESIA memperoleh kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICYS yang ke-17, yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 9-13 April 2009.

 

Keberhasilan Tim ICYS Indonesia antara lain didukung oleh kelengkapan metoda penelitian para siswa/i peserta dibawah bimbingan dan supervisi tidak saja guru sekolah tetapi juga para team leader dan supervisor bidang masing2; bahasa pengantar (Inggeris) yang dikuasai; dukungan para guru, sekolah dan orang tua yang tetap gigih menumbuhkan semangat penelitian di bidang sains.

 

Dukungan dari pemerintah melalui Direktorat Mandikdasmen telah memacu semangat anggota tim, demikian pula kehadiran Duta Besar RI untuk Polandia, Bapak Hazairin Pohan, pada upacara pembukaan di Pszczyna.  Pada kesempatan tersebut Dubes secara resmi mengundang peserta ICYS untuk hadir pada ICYS 2010 di Bali, Indonesia.

 

Persiapan Tim Indonesia didukung pula oleh pihak-pihak yang memiliki visi yang sama dalam membangun negara melalui penelitian sains dan teknologi oleh peneliti muda, yaitu Telkom Divre Jawa Timur dan PLN Distribusi Bali dan Jatim.

 

Berita lainnya tentang ICYS:

- http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/berita/63.html

- http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/berita/75.html

Rating: 2.8/10 (30 votes cast)

Previous Next
laila @ Feb/16/2010 | 4:31:27 pm
selamat untuk para siswa-siswi indonesia yg telah mengharumkan nama bangsa indonesia semoga di olimpiade lainnya kalian bisa memborong gelar juara lebih banyak lagi !!
Nining Riwiyastuti @ Oct/03/2009 | 1:42:58 pm
Selamat kepada semua siswa-siswi yang telah mengharumkan negeri kita tercinta melalui ajang yang bergengsi ini. Semoga prestasi ini dapat lebih ditingkatkan di tahun 2010. Saya bangga, tetapi ada sedikit kegalauan dalam hati saya. Sebagai seorang guru fisika saya belum mampu menghantarkan anak didik saya ke jenjang ini, tapi baru di tingkat OSN 2009 meraih medali perunggu.
Tri Wahyuni @ Jun/23/2009 | 11:45:54 pm
Selamat untuk semua putra-putri Indonesia yg telah berhasil mengharumkan Indonesia dlm bidang Sains. Semoga keberhasilan yg telah di capai dapat menjadi motivasi bagi generasi selanjutnya dengan lebih memantapkan wawasan di bidang Sains.
 

 characters left