Prof. Yohanes Surya telah menemukan suatu cara pembelajaran matematika yang gampang, asyik dan menyenangkan. Metode ini telah dan sedang diterapkan untuk anak-anak Papua. Hasilnya sangat baik.
Artikel Matematika untuk daerah tertinggal
Artikel matematika untuk Daerah Tertinggal dapat di download dari link berikut ini.
SREC Peletakan Batu Pertama Ged. Surya Research & Education Center,sebuah harapan bagi daerah tertinggal
Pada tanggal 22-02-2010 jam 10 pagi Prof. Yohanes Surya, Ph.D telah diadakan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Surya Research and Education Center (disingkat SREC).
Liputan Anak-Anak Papua yang Digembleng Matematika dan IPA di Surya Institute (NEW!!)
Tak ada anak Indonesia yang bodoh. Itulah yang diyakini pendiri Surya Institute Prof Yohanes Surya PhD. Berbekal keyakinan tersebut, dia merekrut 27 anak Papua secara acak untuk digembleng di lembaga yang dipimpinnya. Kini, setelah sepuluh bulan, sebagian di antara mereka siap diterjunkan dalam ajang olimpiade.
Artikel Pembelajaran IPA dan Matematika serta masalahnya
“Wemi 17 + 5 berapa?” pertanyaan ini saya ajukan pada seorang siswa kelas V di suatu Sekolah dasar di Kabupaten Tolikara Papua. Wemi menggambar 17 garis-garis kecil dan 5 garis-garis kecil. Kemudian ia menghitung banyaknya garis itu satu persatu hingga ia dapatkan hasil 22.
Fisika Asyik Apakah benar Astronot mendarat di Bulan?
Akhir-akhir ini ada banyak pertanyaan tentang teori konspirasi Astronot. Intinya : apakah para astronot seperti Neil Armstrong, Edwin Aldrin benar-benar mendarat di bulan? Ataukah itu hanya tipuan?
Fisika Batik Fisika Batik
Fisika adalah ilmu tentang alam dan dinamikanya. Dalam meneliti alam, Fisikawan senantiasa tertantang mencari aturan-aturan yang mendasari suatu fenomena alam. Misalnya apa aturan yang menyebabkan terbentuknya pelangi? Apa aturan yang menyebabkan turunnya hujan? Apa aturan yang membuat benda terapung, tenggelam atau melayang?
TOFI-ICYS Tim Indonesia kembali mempersembahkan Emas di APhO X dan ICYS ke-16
Tim Indonesia Kembali Mempersembahkan medali Emas dalam APhO X, Thailand dan ICYS ke-16, Polandia
Surya Institute Road Show ke Papua
Pada tanggal 8 Februari 2009 Tim Surya Institute dan Prof. Yohanes Surya (Prof. Yo) berangkat roadshow ke Papua atas undangan WVI (Wahana Visi Indonesia). Simak berita lengkapnya di link berikut ini
GASING Video Fisika Gasing
Dapatkan video Fisika Gasing, bersama Prof. Yohanes Surya, Ph.D.
Belajar Fisika Bersama Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Soal-Soal Mekanika
Dapatkan soal-soal Latihan dan jawaban Mekanikasecara gratis, download dari link berikut ini
Fisika GASING Belajar Optik Secara GASING
Bagaimana belajar Fisika Optik secara GASING, temukan jawabannya di artikel berikut ini
Testemonial Kesan Beberapa Guru/Siswa dalam Pelatihan Olimpiade Fisika Gelombang pertama
Kesan-kesan beberapa guru dan siswa yang telah mengikuti Pelatihan Olimpiade Fisika bersama Prof. Yohanes Surya Ph.D, tgl 26-30 Mei 2008 dan 19-23 Mei 2008.
UAN Download Soal-Soal UAN
Soal-soal Latihan UAN sudah dapat di download di halaman link berikut ini.
TOFI Video TOFI 2006
Video TOFI 2006 (IPhO 37 di Singapore), sekarang dapat anda saksikan di YouTube
Mestakung Videoklip Mestakung
Videoklip Mestakung sudah dapat anda saksikan di YouTube.
Gallery Foto Bersama dengan Prof. Yohanes Surya Ph.D
Jika anda memiliki foto bersama dengan Prof. Yohanes Surya Ph.D, dan ingin ditampilkan di website ini, silahkan kirimkan ke email kami.
Biografi Biografi Prof. Yohanes Surya Ph.D
Yohanes Surya lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963. Ia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986, mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga tahun 1988 dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat.
Artikel Spesial Teori Chaos dan Bank Century 2010-02-16 11:03:30 Gara-gara satu untai kabel tersambar petir, tujuh negara bagian di Amerika Serikat dan 2 provinsi di Kanada gelap Gulita. Peristiwa yang terjadi di tahun 1996 ini telah menjadi bagian gelap yang tidak terlupakan dari sejarah perlistrikan di Amerika Serikat. Ketika itu sebuah jalur listrik di Oregon gagal mengalirkan listrik sebesar 1300 megawatt, akibatnya listrik ini harus dialirkan lewat jalur-jalur listrik kecil lain yang ada disekitarnya. Nah jalur listrik kecil ini tidak disiapkan untuk mengalirkan listrik sedemikian besar, akibatnya jalur listrik ini ikut gagal pula. Dampaknya adalah sebuah relay listrik sejauh 115 kilometer dari tempat tersebut menjadi gagal dan memadamkan listrik di tujuh negara bagian AS dan dua provinsi di Kanada!
Dalam teori Chaos (suatu cabang fisika/matematika yang mempelajari sistem-sistem yang tidak linear seperti sistem ekonomi , sistem jejaring listrik dan lainnya) fenomena seperti ini disebut fenomena “kegagalan beruntun” (cascading failure). Pada suatu sistem jejaring (sistem yang terdiri dari banyak jaringan yang terkait satu sama lain) kemacetan di suatu titik penting akan akan mempengaruhi keadaan titik-titik lain. Jika kemacetan di suatu titik tidak terlalu parah, beban macet ini masih dapat didistribusikan lewat titik-titik lain, lalu lintas masih bisa dikendalikan. Namun kalau kemacetan ini sangat parah (penambahan beban di satu titik sangat besar), titik-titik lain tidak mampu menampung beban ini, akibatnya terjadilah “kegagalan beruntun” yang kita kenal dengan macet total.
Fenomena beruntun banyak terjadi pada berbagai sistem jejaring di alam ini seperti jejaring transportasi, jejaring listrik, jejaring atau rantai makanan dalam suatu ekosistem, jejaring internet, jejaring organ-organ tubuh, jejaring ekonomi, jejaring politik, jejaring sosial dan lainnya. Pada sistem jejaring ini penghilangan atau kemacetan pada beberapa titik yang bervolume cukup besar (walau tidak dominan) dapat memberikan dampak luar biasa yang mengganggu keutuhan keseluruhan sistem. Orang bisa meninggal karena sakit gigi (bukan giginya yang membuatnya langsung meninggal. tetapi efek beruntun dari sakit giginyalah yang membuat ia meninggal). Fenomena beruntun pada sistem jejaring yang merupakan bagian dari suatu sistem yang tidak linear (non-linear system) ini telah menjadi perhatian teori Chaos sejak lama. Dalam teori Chaos dikenal suatu pameo “kepakan kecil sayap kupu-kupu di satu tempat dapat menciptakan badai dahsyat di tempat yang lain”.
Dalam jejaring ekonomi, fenomena beruntun ini sering kita amati. Beberapa ekonofisikawan (ahli fisika ekonomi) telah melaporkan bahwa penyebab krisis negara-negara asia termasuk Indonesia di tahun 1997 merupakan efek beruntun dari kegagalan sistem ekonomi di beberapa titik (bahkan ada yang menghubungkan ini dengan kegagalan ekonomi di Amerika Serikat dan meksiko 2 tahun sebelumnya). Contoh lain adalah ketika sistem ekonomi di Amerika Serikat mengalami krisis, maka buruh di Chinapun mengalami krisis, banyak pabrik di China tutup (pabrik-pabrik ini kehilangan pasar untuk melempar produknya).
Kejadian-kejadian krisis ekonomi dan moneter seperti beberapa kasus di atas tidak dapat diterangkan dengan pandangan linear saja. Orang harus melihat kegagalan beruntun (cascading failure) ini terjadi akibat suatu jejaring ekonomi yang saling kait mengkait secara kompleks. Dalam ekonomi global dimana satu lembaga atau institusi sangat terkait dengan lembaga atau institusi lain, krisis ini dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
Posisi strategis Bank Century di jejaring korelasi pergerakan saham Bursa Efek Indonesia per Juli 2008 dalam peluang memberikan dampak sistemik
Dalam fenomena Bank Century, kita melihat beberapa hal menarik ketika kita membuat suatu sistem jejaring dari pergerakan harga saham-saham di Bursa efek.
Gambar diatas adalah hasil analisa ekonofisika dari pergerakan harga saham Bursa efek per Juli 2008. Pada analisa ini kami mengukur “jarak” suatu saham dengan saham lain. Yang dimaksud “jarak” disini adalah seberapa jauh pengaruh (korelasi) suatu saham terhadap saham lain. Semakin besar pengaruhnya semakin dekat “jarak”nya. Misalnya saham MEDC lebih dipengaruhi oleh saham ANTM dibandingkan oleh saham APEX karena itu pada gambar jarak antara MEDC lebih dekat ke ANTM dibandingkan ke APEX.
Telah menjadi pengetahuan umum bahwa pergerakan harga saham-saham (dalam hal ini berkorelasi dengan pergerakan harga Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG) menjadi salah satu indikator terpenting untuk mengukur iklim investasi secara makro, relatif terhadap berbagai indikator ekonomi lainnya, seperti perbedaan kurs Rupiah terhadap mata uang asing, pendapatan penduduk perkapita, tingkat konsumsi dan lain-lain. Gangguan pada pergerakan IHSG cenderung berpotensi mengganggu persepsi psikologis atas iklim investasi di tanah air.
Dari analisa di atas, kami melihat bahwa hingga pertengahan tahun 2008, pergerakan harga saham Bank Century (BCIC) berkorelasi tinggi atau sangat mempengaruhi saham-saham yang berhubungan dengan perbankan. Pada gambar diatas terlihat bahwa pergerakan saham Bank Century berkorelasi kuat dengan pergerakan saham Bank Niaga (BNGA) yang merupakan anchor korelatif kelompok (cluster) saham-saham perbankan. Dalam hal ini, pergerakan harga saham Bank Century menjadi penting, karena pada masa itu pula, Bank Niaga mengalami dinamika fundamental yang cukup tinggi yakni proses merger dengan Bank Lippo dan perubahan kepemilikan saham oleh CIMB, sebuah bank terkemuka di Malaysia. Di sisi lain, survey yang pernah dilakukan oleh Surya Research International (SRI) di BEI (2006) menunjukkan bahwa lebih dari setengah (58%) investor di sekuritas yang aktif sangat mudah dipengaruhi oleh dinamika fundamental pasar. Ini merupakan situasi yang menunjukkan bahwa “kegagalan” atas ekspektasi pergerakan harga saham Bank Century berpeluang memberikan dampak-dampak yang buruk secara beruntun pada pergerakan indeks komposit bursa (IHSG).
Bisakah kita memprediksi krisis secara pasti (100%)? Teori chaos menjawab dengan tegas: tidak. Namun teori Chaos (analisa ekonofisika) dapat membantu melihat skenario-skenario mana yang berpeluang lebih besar menimbulkan krisis dan mana yang tidak. Dengan melihat berbagai skenario ini kita dapat memilih skenario mana yang dapat mengurangi atau menghentikan merebaknya kegagalan beruntun dari sistem makroekonomi. Ini yang terjadi pada kasus bail-out Bank Century. Ia memang bukan termasuk bank yang secara sistemik dominan seperti Bank Mandiri, BCA, dan lain-lain, namun ia memiliki potensi untuk memberikan dampak sistemik yang beruntun mengganggu kehidupan ekonomi secara makro.
Hokky Situngkir/peneliti ekonofisika & Prof. Yohanes Surya Ph.D
Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in /home/u1401/public_html/news.php on line 15